Selasa, 20 November 2012

Tulisan Manusia & Penderitaan

"Penderitaan adalah menanggung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan yang dapat di rasakan oleh manusia. Setiap manusia pasti pernah mengalami penderitaan baik secara fisik maupun batin. Penderitaan juga termasuk realitas dunia dan manusia."


Manusia hidup itu penuh dengan penderitaan yang dialaminya,jika kita berbicara tentang penderitaan tidak akan ada habisnya.Karena sesuai dengan realita pada saat ini penderitaan bangsa indonesia itu masih banyak ditemui.Contoh kecilnya dari dulu hingga sekarang masih banyak rakyat yang hidupnya masih miskin dan sering kelaparan, itu sudah merupakan penderitaan turun temurun dari dulu hingga sekarang, sungguh tragis memang jika kita berbicara tentang penderitaan manusia yang ada didunia ini.Penderitaan itu sendiri terdiri dari berbagai faktor – faktor kehidupan, misalkan sebuah rakyat yang miskin tidak memiliki pekerjaan dan hidupnya pun masih tergolong tidak mampu itu karena faktor ekonomi negara yang sampai saat ini mesih menjadi bahan pembicaraan yang tiada  habisnya.Faktor ekonomi memang salah satu faktor yang lebih dominan dengan sebuah penderitaan rakyat yang ada di indonesia ini, sudah banyak buktinya di pinggir – pinggir jalan , di lorong – lorong jalan dan dimana saja masih banyak kita temui pengemis dan gelandangan yang ada di kota ini, itu adalah sebuah potret penderitaan yang selalu menghiasi di berbagai kota ini.
Pemerintah sebaiknya cukup memperhatikan dan mengayomi para pengemis – pengemis dan gelandangan adar dapat hidup yang sebagaimana mestinya, karena jika pemerintah hanya diam saja dan tidak memikirkan masalah itu, maka semakin banyak rakyat di indonesia ini yang menderita, dan pemerintah tersebut sudah berdosa karena membiarkan dan melantarkan rakyat – rakyatnya semakin terpuruk dan menderita sedangkan mereka sendiri hanya duduk manis dan tertawa saja, ini sungguh merupakan sebuah kisah yang sangat miris sekali, padahal kita masih dalam satu negara dan satu kesatuan.Sebenarnya kita semua ini adalah saudara, tidak memandang siapa orang tersebut, dan seharusnya kita saling peduli dan saling membantu satu sama lain karena memang kewajiban kita sebagai manusia itu harus saling tolong menolong tidak ada rasa gengsi sedikit pun.Yang saya sedihkan tentang kehidupan saat ini manusia tidak ada rasa pedulinya dengan yang lain dan tidak ada rasa saling tolong – menolong dengan orang yang sedang tertimpa musibah.Kebanyakan zaman sekarang ini orang – orang itu tidak bersatu seperti dulu lagi, mereka hanya mementingkan diri mereka sendiri, mereka itu egois dan yang sekarang ini orang hanya membesar – besarkan gengsinya saja.
Seharusnya bukankah kita ini saudara dan kita itu harus saling peduli,tolong menolong satu satu sama lain dan saling berbagi, tetapi yang jadi pertanyaan kemanakah sifat itu semua? Mungkin saat sebagian kecil dari mereka yang masih memiliki rasa tersebut atau mungkin juga sudah tidak ada yang memiliki rasa seperti tersebut, sebenarnya sudah banyak kasus – kasus disekitar mereka yang terjadi, banyak diantara saudara – saudara kita yang tinggal disamping kita yang masih kelapparan dan kita tidak mengetahuinya, kita sudah berdosa karena tidak mengetahui bahwa tetangga disamping kita sendiri itu sedang kelaparan sedangkan kita tertidur lelap setelah menyantap hidangan – hidangan yang lezat, sungguh tidak memiliki perasaan jika orang – orang tersebut tidak terketuk hatinya sedikitpun dengan hal – hal yang sudah nyata dan banyak buktinya,masih banyak diantara saudara –saudara kita diluar sana yang juga masih kelaparan dan masih banyak juga saudara – saudara kita yang mati akibat kelaparan.Kemanakah orang – orang yang memegang tahta dinegara ini? Apakah mereka tidak peduli ataukah mereka sudah tahu tetapi mereka berpura – pura tidak mengetahuinya? Pertanyaan – pertanyan itulah yang sampai saat ini masih terngiang ditelinga kita tentang realita yang sesungguhnya terjadi disekitar kita.
Bukankah negara kita ini sudah merdeka? Dan sudah tidak dijajah lagi? Tetapi kenapa masih banyak penderiataan yang dialami oleh saudara –saudara kita yang berada disekitar kita? Pemerintah seharusnya lebih tahu tentang realita yang sebenarnya sudah terjadi di negara ini, dan pemerintah seharusnya dapat bijaksana memutuskan hal – hal yang harus diambil untuk mengatasi kasus – kasus tersebut.Menurut saya pemerintah saat ini masih kurang tegas untuk mengatasi penderitaan – penderitaan rakyatnya yang dari dulu sampai sekarang masih dirasakan oleh rakyatnya, tidak adil memang dunia ini jika melihat penderiataan rakyat ini,seolah – olah merekalah yang berkuasa dan bertahta dinegara ini dan tidak mempedulikan rakyatnya.Jika pemerintah sudah berhasil mengatasi penderitaan tersebut, maka sudah tidak ada lagi rakyat yang masih miskin dan kelaparan yang merajalela dimana – mana, sudah tidak ada lagi tangisan – tangisan dari anak – anak kecil yang merengek meminta – minta makanan, tetapi apa? Nyatanya sampai saat ini masih banyak rakyat – rakyat yang menderita dinegara ini dan masih banyak rakyat yang hidupnya miskin dan kelaparan.
Saat ini orang itu egois, hanya mementingkan diri mereka sendiri seolah – olah dialah yang paling benar dan berkuasa.Dan jika kita melihat realita yang ada saat ini kehidupan manusia itu sudah tidak ada rasa persatuan dan kesatuan lagi dalam diri mereka, orang yang kaya semakin kaya dan yang miskinpun semakin miskin.Seharusnya bagi mereka orang yang kaya dan memiliki hidup yang berkecukupan itu harus saling memberi dan mengasihi mereka yang miskin, bukan malah membiarkannya hidup semakin menderita dan karena kekayaan merekalah yang membuat diri mereka angkuh tidak memandang orang – orang miskin yang ada disekitarnya, seharusnya mereka tidak boleh seperti itu, karena Tuhan sangatb membenci orang – orang yang sombong dan Tuhan sangat mencintai orang – orang yang saling memberi satu sama lain.
Kita seharusnya dapat saling memberi dan mengasihi satu sama lain dan memberikan contoh kepada mereka bahwa sikap saling berbagi itu indah dan dapat menciptkan suasana kebersamaan dan kedamaian.Kenapa saat ini masih banyak orang yang masih sombong dan tidak ada rasa simpati kepada orang – orang yang lainnya? Karena mereka belum mengetahui arti pentingnya saat berbagi dan kebersamaan, mereka masih belum terketuk hatinya untuk melakukan itu,Jika orang sudah mengetahui bahwa saling berbagi dan mengasihi dalam kebersamaan maka pasti banyak diantara mereka yang ingin berbondong – bondong untuk saling memberi dan mengasihi karena dibalik itu semua ada suatu kehidupan yang bahagia.
Kita harus membiasakan sikap saling memberi dan mengasihi satu sama lain dalam hidup kita dan menerapkannya, jangan menyuruh orang lain untuk berbuat seperti itu, mulailah dari diri kita sendiri dan mencoba melakukannya, karena kalau bukan dari diri kita siapa lagi yang akan memberikan contoh yang baik untuk semua orang? Jadi agar penderitaan didunia ini semakin berkurang perlu ditanamkan adanya rasa simpati dan empati terhadap orang – orang yang berada disekitar kita dan menerapkan sikap saling berbagi dan mengasihi antara satu sama lain dan mulailah dari diri kita sendiri, dan jika semua orang didunia ini sudah menerapkan hal – hal seperti itu, maka niscaya tidak akan ada lagi penderitaan – penderitaan yang dialami semua orang yang ada hanyalah hidup yang tenteram, sejahtera dan pasti bahagia.
Banyak teori yang mengemukakan bahwa manusia terdiri dari beberapa aliran sifat/kebiasaan diantaranya : 

1.   Aliran materialisme : aliran ini mempunyai pemikiran bahwa materi atau zat merupakan satu-satunya kenyataan dan semua peristiwa terjadi karena proses material ini, sementara manusia juga dianggap juga ditentukan oleh proses-proses material ini dan menganggap bahwa materi itu primer. 
2.   Aliran idealisme : menurut paham idealisme bahwa yang sesungguhnya nyata adalah ruh, mental atau jiwa. Alam semesta ini tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada manusia yang punya kecerdasan dan kesadaran atas keberadaanya materi apapun ada karena diindra dan dipersepsikan oleh otak manusia Waktu dan sejarah baru ada karena adanya gambaran mental hasil pemikiran manusia. 
3.   Aliran realisme klasik adalah aliran yang memandang realitas adalah sebagai dualitas. Aliran realisme memandang dunia ini mempunyai hakikat realitas yang terdiri dari dunia fisik dan dunia rohani. 
4.   Aliran teologis membedakan manusia dari makhluk lain karena hubungannya dengan tuhan.   Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu perristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain.

Tulisan Manusia & Keindahan

Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.

Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya manjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena itu tiruan lukisan Monalisa tidak indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.
Manusia menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman  keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.
keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang  selalu bertambah,  sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan benda satu dengan yang lainya. Dengan kata lain imajinasi merupakan proses menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai objek imajinasi. Demikian pula kata indah diterapkan untuk persatuan orang-orang yang beriman, para nabi, orang yang menghargai kebenaran dalam agama, kata dan perbuatan serta orang –orang yang saleh merupakan persahabatan yang paling indah.

Tulisan Manusia & Cinta Kasih



Cinta kata itu sering kita dengar dalam kehidupan kita, tapi sebenarnya apa sih artinya cinta tersebut?
Cinta merupakan  perasaan  yang ada pada seseorang  terhadap suatu  benda atau orang yang gag  mau kehilangan akan   hal itu. Sebenarnya arti cinta itu beragam  namun secara global bisa diartikan seperti itu. Kasih sendiri hampir mirip dengan cinta yaitu rasa sayang. Cinta memang beragam  mulai dari cinta terhadap keluarga, cinta terhadap pacar,  cinta terhadap suami/istri, cinta terhadap anak atau yang lain.
Yang sering kita lihat adalah cinta terhadap keluarga, karena keluarga adalah suatu ikatan resmi dan sangat penting dalam kehidupan. Tentu karena diwaktu kita sejak bayi  hingga kita dewasa keluarga terutama ibu dan ayah yang selalu menemani kita dengan dipenuhi cinta kasih mereka tanpa henti-hentinya. Ibu dan ayah takkan rela melihat anaknya sakit mereka  selalun melakukan upaya dan segala cara untuk ,melihat anak mereka sembuh.  Pengorbanan mereka memang sangat besar terhadap anak-anaknya.
Selain itu cinta kepada pacar yang sering kita temui di anak remaja dan orang dewasa yang belum menikah, di saat kita sudah mulai remaja kita akan merasakan cinta dari lawan jenis, walaupun cinta pada masa ini masih dianggap hanya cinta monyet atau cinta yang toidak serius, namun dalam kehidupan ada juga pasangan yang menikah dengan pacar cinta monyetnya dulu, yang bertahan  hingga  pelaminan. Cinta pada masa ini masih ababil, karena cinta pada masa ini memang belum serius. Sedangakan padausia dewasa cinta ini sudah mulai serius karena pola pikir mereka yang sudah matang dan sudah memikirkan masa depan  untuk mendapatkan keturunan.
Dalam ikatan pacaran memang tidak selalu berjalan mulus karena dalam ikatan ini sering ada pertengakaran; dari pertengakaran kecil hingga pertengkaran  yang  besar  yanga dapat membuat ikatan mereka putus, selain pertengakaran terdapat juga rasa galau yah memang kata itu lagi booming di kalangan anak muda, bermacam –macam  bentuk dari kegalauan, ada yang galau karena habis putus sama cowoknya, galau gara-gara punya selingkuhan, galau karena kebanyakan pacar, galau karena jomblo dan sebagainya deh.
Cinta memang sulit ditebak apalagi saat kita sudah pacaran bertahun-tahun dengan seseorang lalu putus, eh dapat suaminya orang yang baru kita pacari beberapa bulan,  ada yang menikah karena pilihan orang tau seperti pada jaman siti nurbaya(kalau sekarang sih sepertinya sudah jarang ditemukan) , ada juga yang  menikah sama teman dekatnya yang mungkin mereka tak menyangkanya, yah memang jodoh ditangan  Tuhan. Mungkin kita sudah pacaran dengan si a sudah lam atapi menikahnya malah dengan si b . tentu jodoh kita serahkan  pada Tuhan namun kita perlu usaha untuk mencarinya.
Saat menjalin cinta pun sering terjadi perselisihan, pertengkaran yang menyebabkan putusnya hubungan mereka, tapi itu semua tergantung pada kita yang menjalani hubungan itu karena dengan kedewasaa dalam menghadapi masalah, saling percaya, keyakinan , semua itu pasti dapat terlewati dan menambah kekutan cinta mereka.
Hubungan cinta memang tidak bisa di definisikan dengan mudah,cinta memang sedikit rumit dan komplek. Namun kita hidup pasti diwarnai dengan cinta,rindu, sayang, benci, dan perasaan lainnya.
Nah, diatas kita sudah membahas tentang cinta pada pacar, sekarang kita akan membahas cinta terhadap suami atau istri. Di dalam agama, khususnya agama islam, menikah itu di sunahkan dan sangat dianjurkan dengan ketentuan cukup umur dan mampu  melaksanakan syariatnya.
Pernikahan merupakan  jalan untuk mendapatkan keturunan,untuk melangsungkan kehidupan manusia. Pernikahan biasanya di dasari dengan rasa cinta, walaupun ada yang tidak ada rasa cinta tapi mereka melakukan pernikahan seperti misalnya dijodohkan, atau alasan lainnya.
Pernikahan tentu saja berbeda dengan  pacaran, dalam pernikahan sudah mempunyai ikatan resmi, tanggung jawab yang lebih besar,untuk membesarkan anak-anaknya,menghidupi keluarganya, sandang pangan, papan dan sebagain ya. Makanya untuk melanjutkan hubungan pacaran  ke jenjang pernikahan diperlukan kesiapan  seperti pekerjaan, umur yang cukup karena dalam  menjalani bahtera rumahtangga pastinya ada kerikil-kerikil kecil dalam rumah tangga sehingga diperlukan kedewaasaan dan kesabaran untuk menghadapi nya.
Dalam rumah tangga pasti terdapat masalah-masalah yang sering kita lihat dalam  kehidupan sekitar kita misalnya saja perceraian, dalam kasus ini yang menjadi korban tentu adalah anak-anaknya karena kedua orang tua mereka telah berpisah padahal dalam  membesarkan seorang anak mereka butuh kedua orang tua mereka, walaupun kadang mereka mempunyai orng tua tiri,tapi sayang ibu/ayah tiri tidak seperti cinta orangtua kandung. Cinta memnag diperlukan dalam membesarkan anak. Karena dengan cinta anak tersabutb mengerti akan kasih sayang, .
 masalah perceraian dalam  pernikahan  terdapat juga perselingkuhan yang dapat menyulut perceraian,dalam menghadapi masalah pernikahan diperlukan rasa kepercayaan, kedewasaan, saling pengertian, kesabaran.
Selain cinta pada sesama tentu  kita menpunyai rasa cinta terhadap Tuhan, yang telah mencipatakan kita. Rasa syukur yang besar kepada Tuhan karena anugerah yang telah kita terima yang tidak habis-habisnya. Rasa syukur itu dapat kita wujudkan dengan sembahyang dengan teratur dalam agama islam seperti sholat, mengaji, sedekah. Dalam agama lain misalnya kristen dan katholik ke gereja,  hindu ke pura, budha ke kuil, dan sebagainya.
Cinta kita pada Tuhan memang dapat diwujudkan dengan apa saja, dengan melakukan perintah Tuhan , dan menjauhi larangannya.
Walaupun banyak diantara kita yang masih banyak yang tidak mernyadari betapa pentingnya menyemabah Tuhan, diantara kita masih banyak yang melanggar aturannya, menyepelekan-Nya. Kita harus ingat bahawa setelah hidup ini kita masih punya kehidupan yang kekal yaitu di akherat.
Itulah macam-macam cinta yang ada dalam kehidupan kita, kita memang penuh degan masalah, komplek dan rumit namun kita hidup butuh cinta. Karena cinta  memberi warna pada kehidupan kita. Cinta merupakan anugerah Tuhan yang terindah yang kita dapatkan, maka dari itulah nikmatilah cinta dan kehidupan ini. enjoy it and be happy for the future life.


Tulisan Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Kesustraan


Pendekatan Kesustraan

Seni adalah sebuah karya atau sastra yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Ini dikarenakan seni merupakan ekspresi manusia terhadap sesuatu. Ilmu budaya dasar dinamakan Basic Humanities, yang berasal dari bahasa inggris yaitu The Humanities, dan bahasa latin, Humanus yang berarti manusia, berbudaya, dan halus. Maka dari itu apabila kita mempelajari the humanities maka kita akan menjadi manusia yang berbudaya, dan halus. Sedangkan sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia. Seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya. Sastra lebih mudah untuk berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra merupakan penjabaran abstraksi. Dan sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi. Filsafat yang juga mempergunakan bahasa adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi-materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.
Adajuga tiga hal yang berkaitan dengan pengertian sastra, yaitu ilmu sastra, teori sastra dan karya sastra, yaitu :
  1. Ilmu sastra adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki secara ilmiah berdasarkan metode tertentu mengenai segala hal yang berhubungan dengan seni sastra.
  2. Teori sastra adalah asas-asas dan prinsip-prinsip dasar mengenai sastra dan kesusastraan.
  3. Seni sastra adalah proses kreatif menciptakan karya seni dengan bahasa yang baik, seperti puisi, cerpen/novel, atau drama.
Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi – materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.BudayaIndonesiasangat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya.
Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Prosa
    Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa itu sendiri berasal dari bahasa Latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karena itu, prosa dapat digunakan untuksuratkabar, majalah, novel, ensiklopedia,surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa juga dibagi dalam dua bagian, yaitu prosa lama dan prosa baru, prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat, dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.
Prosa terbagi atas dua jenis, yaitu prosa lama dan prosa baru. Lima Komponen Dalam Prosa Lama :
1. Dongeng-dongeng
2. Hikayat
3. Sejarah
4. Epos
5. Cerita pelipur lara
Lima Komponen Dalam Prosa Baru :
1. Cerita pendek
2. Roman/ novel
3. Biografi
4. Kisah
5. Otobiografi

Nilai-Nilai dalam Prosa Fiksi
   Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau lcarya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan pezicataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
 Prosa fiksi memberikan kesenangan
 Prosa fiksi memberikan informasi
 Prosa fiksi memberikan warisan cultural 
 Prosa memberikan keseimbangan wawasan

Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Puisi
   Puisi adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat.
Kreativitas Penyair Dalam Membangun Puisinya, yaitu ;
 Figura bahasa
 Kata-kata yang ambiquitas
 Kata-kata berjiwa
 Kata-kata yang konotatif
 Pengulangan
   Adapun alasan-alasan yang Mendasari Penyajian Puisi Dalam IBD, yaitu salah satunya adalah hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia. Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan”. Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasamya untuk lebih menghidupkan kembali pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang tethatas.Dengan pengalaman perwakilan itulah sastra/puisi dapat memberikan kepada para mahasiswa untuk memiliki kesadaran (insight-wawasan) yang penting untuk dapat melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri serta tentang masyarakat

Tulisan Manusia dan Kebudayaan


KEBUDAYAAN INDONESIA
Budaya merupakan suatu kebiasaan yang mengandung nilai – nilai penting dan fundamental yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan tersebut harus dijaga agar tidak luntur atauhilang sehingga dapat dipelajari dan dilestarikan oleh generasi berikutnya. Budaya secara umum dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :
1.      Budaya Daerah adalah suatu kebiasaan dalam wilayah atau daerah tertentu yang diwariskan secara turun temurun oleh generasi terdahulu pada generasi berikutnya pada ruang lingkup daerah tersebut. Budaya daerah ini muncul saat penduduk suatu daerah telah memiliki pola pikir dan kehidupan sosial yang sama sehingga itu menjadi suatu kebiasaan yang membedakan mereka dengan penduduk – penduduk yang lain. Budaya daerah sendiri mulai terlihat berkembang di Indonesia pada zaman kerajaan – kerajaan terdahulu.

2.      Budaya Nasional adalah gabungan dari budaya daerah yang ada di Negara tersebut. Itu dimaksudkan budaya daerah yang mengalami asimilasi dan akulturasi dengan dareah lain di suatu Negara akan terus tumbuh dan berkembang menjadi kebiasaan-kebiasaan dari Negara tersebut. Contohnya Pancasila sebagai dasar negara, Bahasa Indonesia dan Lagu Kebangsaan yang dicetuskan dalam Sumpah Pemuda 12 Oktober 1928 yang diikuti oleh seluruh pemuda berbagai daerah di Indonesia yang membulatkan tekad untuk menyatukan Indonesia dengan menyamakan pola pikir bahwa Indonesia memang berbeda budaya tiap daerahnya tetapi tetap dalam satu kesatuan Indonesia Raya dalam semboyan “bhineka tunggal ika”.
Ada suatu pepatah bijak mengatakan :

“ Cintai budayamu layaknya engkau mencintai ibumu “
”Suatu Negara tidak akan menjadi negara yang besar jika tidak mengetahui jati diri dari budaya negara tersebut”

Tanpa adanya kebudayaan, suatu Negara tidak dapat mempunyai ciri khas di mata dunia. Namun yang menjadi kegelisahaan para seniman dan tokoh masyarakat yang sudah bergaul dengan kebudayan alami Indonesia adalah tidak adanya pengakuan atau pengukuhan atas berbagai macam suku, budaya, adat dan kekayaan alam Indonesia oleh pemerintah. Apakah mereka malu dan enggan untuk mengurusi hal seperti ini? Mungkinkah bagi mereka yang terlebih penting di tangani adalah urusan politik yang tidak kunjung sembuh .. padahal justru semakin membuat bengkak hati-hati para rakyat Indonesia. Hal ini sebenarnya sudah tidak asing lagi, namun jika di teruskan semakin ironis melihatnyaa. Akan ada berapa banyak lagi kebudayaan yang akan di akui oleh Negara luar, terutama Negara tetangga kita (Malaysia). Sebanarnya tidak hanya Malaysia saja yang akan mengakui kebuayaan Indonesia, tetapi Negara-negara lain pun bisa melakukannya. Jika pertahanan dan hukum untuk melindungi kebudayan tidak di ketatkan.
            Indonesia adalah negara yang banyak memiliki pulau yang disatukan oleh lautan. Indonesia memiliki banyak obat-obatan tradisional, bahkan jika dibandingkan Negeri Gingseng Indonesialah yang paling banyak jenis tumbuhan herbal. Tidak hanya itu saja bahkan para manusia Indonesia pun bisa meneliti dan mengolahnya. Kebudayaan indonesia bukan hanya dari alat music, lagu-lagu dan pakaian saja. Bisa dikatakan semua materi yang Allah SWT berikan di bumi ini dimiliki oleh Indonesia. Antara lain :
     1.      Agama yang beraneka ragam
     2.      Minyak bumi
     3.      Belerang, Emas, Batu bara dll.
     4.      Flora & Fauna
     5.      Rumah adat
     6.      Bahasa daerah
     7.      Pakaian tradisional dari tiap-tiap daerah
     8.      Alat & jenis music tradisional
     9.      Banyaknya pesona alam yang tidak kalah dengan Negara lain (hutan,   
    10.     Berbagai macam ilmu bela diri & tari tradioional, dll.

Dengan banyaknya kebudayaan daerah tersebut akan menjadi sumber kebudayaan nasional yaitu Negara Indonesia. Jika di jelaskan satu-satu kebudayaan, waaah banyak sekaliii. .. silahkan searching di google. Yang jelas 10 poin seperti yang sudah saya tulis di atas salah satu dari aneka ragam Bhineka Tunggal Ika. 

sumber
Tulisan ISD sebagai Salah Satu MKDU


Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sodsal, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia  dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psikologi sosial.

Sebagai makhluk sosial memang sudah seharusnya kita sebagai manusia berinteraksi, bergaul, dan berkumpul dengan manusia lainnya. Karena ini memang sudah kodrat yang dimiliki manusia itu sendiri. Mulai dari kita lahir dan bertemu dengan orang-orang yang pertama kali kita jumpai di dunia, kita membutuhkan orang yang dapat membantu persalinan ibu kita agar ibu dan bayi yang akan lahir selamat.  Sampai ketika kita meninggal dan terakhir kali melihat orang-orang yang kita sayangi, kita sangat membutuhkan orang yang mengurusi pemakaman, untuk memandikan jenazah, mengkafani jenazah, dan lain-lain karena orang yang sudah meniggal tak akan mungkin mengurusi pemakamannnya sendiri.  Tak akan lepas dari peranan kita sebagai makhluk sosial. Karena manusia dalam kehidupan sehari-hari selalu bergantung kepada manusia lainnya. Seperti contoh dokter dan pasien. Dokter tidak akan mendapatkan penghasilan jika tidak ada pasien, sebaliknya pasien tidak akan sembuh jika tidak ada dokter. Masih banyak contoh lain yang dapat kita temukan di sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari. Tapi dari contoh yang sudah diberikan di atas sudah jelas bahwa manusia tidak akan lepas dari manusia lain. Itulah mengapa manusia disebut sebagai makhluk sosial.
Jika manusia membutuhkan orang lain dalam hidupnya,  maka berbeda dengan hewan, jerapah misalnya, ketika binatang ini lahir hanya dalam beberapa menit saja ia sudah bisa berdiri tegak dan berjalan mengikuti induknya. Karena untuk mempertahankan dirinya hewan di bekali insting. Insing atau naluri adalah sesatu yang sejak lahir, yang diperoleh bukan memalui proses belajar.

Manusia berbeda dengan hewan, untuk mempertahankan hidupnya dia dibekali dengan akal. Insting yang dimiliki manusia sangat terbatas, ketika bayi lahir misalnya, ia hanya bisa memiliki insting menangis. Bayi lapar maka ia akan menangis dan saat bayi sedang pipis.

Namun potensi yang ada dalam diri manusia itu hanya mungkin berkembang bila ia hidup dan belajar di tengah-tengah manusia. Untuk bisa berjalan saja manusia harus belajar dari manusia lainnya.

Cooley berpendapat bahwa looking-glass self terbentuk melalui tiga tahap.
Pada tahap pertama, seseorang mempunyai presepsi mengenai pandangan orang lain terhadapnya.
Tahap kedua, seseorang mempunyai presepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya.
Tahap ketiga, seseorang mempunyai perassaan terhadap apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya itu.

Contohnya : seseorang cenderung memperoleh nilai rendah misalnya 5 atau 4 dalam ujian-ujian semesternya, misalnya bahwa para guru di sekolahnya menganggapnya ia bodoh. Ia merasa pula bahwa karena ia dinilai bodoh maka ia kurang di hargai para gurunya. Karena merasa kurang di hargai, siswa tersebut menjadi murung. Jadi disini perasaan diri sendiri seseorang merupakan pencerminan diri penilaian orang lain (looking-gass self)

Karena manusia adalah mahluk sosial, mereka berinteraksi dengan yang lain tidak selamanya interaksi itu berjalan dengan baik, terkadang menimbulkan hal-ha lain yang negatif.
Sifat-sifat negatif yangs ering ditampilkan itu disebut prasangka (lrejudice).

Prasangka merupakan suatu istilah yang mempunyai berbagai makna. Namun dalam keitannya dengan hubungan antarkelompok istilah ini mengacu pada sikap permusuhan yang ditujukan terhadap suatu kelompok tersebut mempunyai ciri-ciri yang tudak menyenangkan.

Orang yang berprasangka bersifat tidak rasional dan berada di bawah sadar sehingga sukar diubah meskipun orang yang berprasangka tersebut diberi penyuluhan.

Sosialisasi merupakan proses yang berlangsung sepanjang hidup manusia. Dalam kaitan inilah para pakar berbicara mengenai bentuk-bentuk sosialisasi

Seperti sosialisasi setelah masa kanak-kanak, pendidikan sepanjang hidup, atau pendidikan berkesinambungan.
Disinilah pendidikan Ilmu Sosial Dasar (ISD) sangat dibutuhkan oleh semua kalangan khususnya mahasiswa yang akan segera terjun ke masyarakat.  Mahasiswa harus dibekali Ilmu Sosial Dasar (ISD) sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) di perguruan tinggi. Karena seperti yang kita ketahui , kita sebagai mahasiswa tidak dapat mengandalkan hanya berkonsentrasi pada disiplin ilmu tertentu saja untuk menghasilkan seorang terdidik yang berkualitas dan seimbang serta tidak meninggalkan kaidah-kaidah yang berlaku di masyarakat. Selanjutnya akan lebih baik bila Ilmu Sosial Dasar (ISD) dapat disampaikan secara riil dengan penyampaian berdasarkan contoh atau jika perlu pada prakteknya. Sehingga tidak hanya berkutat pada bidang teori yang bahwasanya hal itu sangat tidak efektif dan bersifat berputar-putar pada kata-kata yang belum tentu diketahui maknanya.

Oleh karena itu sebagai mahasiswa patut mempelajari Ilmu Sosial Dasar (ISD) sejak dini. Ilmu Sosial Dasar (ISD) tidak hanya dapat diberikan di sekolah formal saja tetapi peranan orang tua dan lingkungan keluarga pun dapat menjadi penentu kualitas manusia itu sendiri dalam bersosialisasi dengan lingkungannya.





Minggu, 11 November 2012

6. Manusia dan Penderitaan

6.1 Pengertian Penderitaan


Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya  menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa  yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan.

6.2 Siksaan

Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci otak politik.

6.3 Kekalutan Mental

Pengertian kekalutan mental merupakan suatu keadaan dimana jiwa seseorang mengalami kekacauan dan kebingungan dalam dirinya sehingga ia merasa tidak berdaya. Saat mendapat kekalutan mental berarti seseorang tersebut sedang mengalami kejatuhan mental dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan oleh orang tersebut. Dengan mental yang jatuh tersebut tak jarang membuat orang yang mengalami kejatuhan mental menjadi tak waras lagi atau gila. Karena itu orang yang mengalami kejatuhan atau kekalutan mental seharusnya mendapat dukungan moril dari orang-orang dekat di sekitarnya seperti orangtua, keluarga atau bahkan teman-teman dekat atau teman-teman pergaulannya. Hal tersebut dibutuhkan agar orang tersebut mendapat semangat lagi dalam hidup.


Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : 
1.     Kepribadian yang lemah
2.     Terjadinya konflik sosial budaya
3.     Cara pematangan batin

6.4 Penderitaan dan Perjuangan

Manusia adalah makhluk yang berbudaya, dengan berbudaya itu dia bisa mengatsi penderitaan secara semaksimal mungkin. Bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali.
Penderitaan dikatakan sebgai kodrat manusia yang mana sudah menjadi konsekuensi manusi hidup, bahwa manusia dilahirkan bukan cuma untuk hidup bahagia melainkan juga untuk menderita.
Perjuangan yaitu usaha yang dilakukan untuk pembebasan dari penderitaan yang dialami. Dan perjuangan itupun harus dibarengi dengan do’a dan tawakal. karena itu manusia tidak boleh pesimis yang mengagp hidupnya sangat menderita.

6.5 Penderitaan, Media Massa dan Seniman

Beberapa sebab timbulnya penderitaan manusia aalah kecelakaan, bencana alam, bencana perang dll. berita mengenai hal tersebut akan tersebar di media masa. Media masa merupakan alat yang tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa – peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antar sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati.

6.6 Penderitaan dan Sebab-sebabnya

a.  Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Tidak ada sebab yang pasti dalam hal ini penderitaan sesama antara manusia dapat dikatakan sebagai suatu kesialan atau nasib buruk yang dialami oleh sesorang tersebut.
b.  Penderitaan yang timbul karena penyakit atau azab
Penderitaan ini bisa terjadi mungkin sesorang mendapatkan karma atau pembalasan atas perlakuan buruk yang dulu pernah dia perbuat.


6.7 Pengaruh Penderitaan

Banyak pengaruh yang akan dirasakan oleh orang yang mengalami penderitaan diantaranya adlah sifat positif dan negatif.
Ø  Positif : sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup buka rangkaian penderitaan namun hidup merupakan perjuangan untuk lepas dari penderitaan.
Ø  negatif : Terkadang seseorang bisa menjadi depresi atau lebih buruk lagi menjadi gila karena banyak tekanan yang yang hrus tanggung oleh batin dan hatinya.



Sumber







                                        




5.Manusia dan Keindahan

5.1 Keindahan

Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keidahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal.


Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini kadang-kaang dicampuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian; yakni
keindahan dalam arti luas
keindahan dalam arti estetis murni
keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatan

Keindahan alam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah, kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah pikiran yang indah dan adap kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran. Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya meliputi : keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.


5.2 Renungan

 Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah aktifitas berfikir mendalam (deep thinkings) yang sungguh berbeda dengan termenung. termenung adalah gambaran tentang kondisi hanyutan sebuah pikiran, tentu saja ia kehilangan ofektivitasnya karena memang sedang out of control. Biasanya manusia akan merenung apabila ada sesuatu atau musibah yang terjadi. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain :

1. Teori pengungkapan
Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia ). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris “aesthetic as Science of Expresion and General Linguistic”. Beliau antara lain menyatakan bahwa “art is expression of impressions” (Seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan) Expression adalah sama dengan intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentang hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud sebagai gambaran angan-angan seperti misalnya images wama, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar. Pengalaman estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran angan-angan.

2. Teori metafisik
Teori semi yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory). Ini sesuai dengan rnetafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi itu. Dan karya seni yang dibuat manusia hanyalah merupakan mimemis (timan) dari realita duniawi Sebagai contoh Plato mengemukakan ide Ke-ranjangan yang abadi dan indah sempurna ciptaan Tuhan. Kemudian dalam dunia ini tukang kayu membuat ranjang dari kayu yang merupakan ide tertinggi ke-ranjangan-an itu. Dan akhirnya seniman meniru ranjang kayu itu dengan menggambarkannya dalam sebuah lukisan. Jadi karya seni adalah tiruan dari suatu tiruan lain sehingga bersifat jauh dari kebenaran atau dapat menyesatkan. Karena itu seniman tidak mendapat tempat sebagai warga dari negara Republik yang ideal menurut Plato.

3. Teori psikologis
Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modem menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seninya itu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang diwujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Suatu teori lain tentang sumber seni ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903).


5.3 Keserasian

Keserasian merupakan keharmonisan,kesepadanan, keselarasan, kita perlu mengukuhkan semangat untuk menciptakannya, jadi keserasian kecocokan, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang. Keindahan adalah suatu kumpulan hubungan yang serasi pada suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.

Pengertian keserasian adalah cocok dalam segala hal.

 - Menurut The Liang Gie ada 2 Teori dalam menciptakan seni antara lain :
 Teori Objektif ( Plato, Hegel, Bernard Bocanguat )
 Teori Subyektif ( Henry Home, Earlof Shaffesbury, Edmund Burke )
salah satu persoalan pokok dari teori keindaha adalah mengenai sifat dasar dari keindahan . apakah keindahan merupakan sesuatu yang ada pada benda indah atau hanya terdapat dalam pikiran orang yang mengamati benda tersebut. Dari persoalan-persoalan tersebut lahirlah dua kelompok teori yang terkenal sebagai teori ogjektif dan subjektif.

Teori Objectif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Yang menjadi masalah ialah ciri-ciri khusus manakah yang memnuat sesuatu benda menjadi indah atau dianggap bernilai estetik, salah satu jawaban yang telah diberikan selama berabad-abad ialah perimbangan antara bagian-bagian dalam benda indah itu. Pendapat lain menyatakan bahwa nilai estetik itu tercipta dengan terpenuhnya asas-asas tertentu mengenai bentuk pada sesuatu benda. Pendukung teori objectif adalah Plato dan Hegel.
Teori Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Adanya keindahan semata-mata tergantung pada penerapan dan si pengamat itu. Kalaupun dinyatakan bahwa sesuatu benda mempunyai nilai estetik, maka hal itu diartikan bahwa seseorang pengamat memperoleh sesuatu pengalaman estetik sebagai tanggapan terhadap benda indah itu. Pendukung nya adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry dan Edmund Burke.