Pianis Muda Indonesia Tampil Lagi di Sydney Opera House
SYDNEY, KOMPAS.com — Seorang pianis muda Indonesia, Gabriella Prisca Handoko (12), akan tampil dalam resital piano solo di Sydney Opera House Jumat (19/4/2013).
Ini adalah untuk kesekian kalinya seniman muda Indonesia tampil di Sydney. Bulan Desember lalu, di tempat yang sama, Utzon Recital Room, juga tampil Lita Liviani Tandiono memainkan violincello. Penampilan Gabriella merupakan bagian dari usaha pianis dan budayawan Indonesia, Jaya Suprana, guna menampilkan para pemusik muda Indonesia ke kancah internasional.
Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, Gabriella yang berasal dari Surabaya ini merupakan serangkaian pianis muda yang mendapatkan perhatian khusus dari Jaya Suprana karena bakat yang mereka miliki.
Tahun lalu, Gabriella juga tampil di International Music Talent Competition di New York di mana dia mendapatkan hadiah 300 dollar untuk beasiswa. Dalam kompetisi ini terpilih sebagai pemenang adalah pianis asal Indonesia lainnya, Janice Carrisa.
Dalam penampilan di Sydney Opera House, Gabriella akan memainkan Rhapsody in Blue karya George Gershwin, dan juga 7 preludes dan 9 lagu karya Gerswhin lainnya. Gabriella juga akan memainkan laguUro Uro karya Jaya Suprana.
Dalam selebaran untuk acara ini, Sydney Opera House menulis bahwa ada tiga alasan mengapa para pencinta musik klasik wajib menonton pertunjukkan Gabriella.
Pertama, karena bakat yang luar biasa yang akan diperlihatkan oleh Gabriella, kedua adanya 7preludes dari Gerswhin, biasanya yang sering dimainkan hanya tiga, tapi Gabriella akan menampilkan 4preludes lain yang jarang dimainkan untuk pertama kalinya.
"Dan yang ketiga, kita semua akan dibuat kagum dengan kemampuan pianis berusia 12 tahun ini untuk memainkan salah satu karya terbesar dan paling sulit dimainkan yang diciptakan oleh Gershwin:Rhapsody in Blue." tulis Sydney Opera House. Karcis untuk pertunjukan ini adalah 10 dollar (sekitar Rp 100 ribu).
OPINI :
Penampilan seorang pianis muda asal Indonesia di luar negeri nampaknya bukanlah hal yang luar biasa lagi, namun hal ini patut dibanggkan karena tidak mudah untuk bisa tampil secara internasional bahkan dalam usia yang masih dini khususnya untuk individu sendiri. Penampilan Gabriella merupakan salah satu contoh kesuskesan dari sekian banyak seniman berbakat di Indonesia.
Penampilan Gabriella di Australia harusnya bisa menjadi acuan yang baik untuk memotivasi seniman lainnya dari Indonesia. Saya yakin ada banyak seniman luar biasa yang ada di Indonesia ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar