Pengusaha Warteg Gelisah Harga Bawang Merah & Putih Melonjak Tinggi
SPC, Jakarta – Setelah bawang putih, kini giliran bawang merah yang membuat masyarakat gelisah. Harga bawang merah melonjak hingga lebih dari 50%.
Harga bawang merah yang dulu sekitar Rp 18 ribu per kilogram (kg) naik menjadi sekitar Rp 60 ribu per kg.
Salah satu yang terkena imbas adalah pedagang makanan alias warteg di Jakarta. Berdasarkan pantauan Liputan6.com, sejumlah pedagang mengeluh berat dengan kenaikan harga bawang tersebut karena mereka tidak mungkin menaikkan harga.
Warniti (52), pedagang warteg di Warakas, Jakarta Utara, mengatakan belum akan menaikkan harga dagangannya, sampai semua bahan pokok naik.
“Sekarang harganya (yang dijual di warteg) masih sama. Nanti kalau semua udah naik, mau tidak mau kita ikut naik juga,” kata dia, Rabu (13/3/2013).
Warniti mengakui harga sejumlah komoditas yang biasa dibelinya di Pasar Pelita, juga Pasar Sungai Bambu naik drastis, terutama bawang merah dan bawang putih.
Annisa (35), pedagang warteg lainnya, juga mengaku belum menaikkan harga dagangannya meski bawang merah mencapai Rp 50 ribu per kg.
“Tidak kita naikin, masih sama. Kasihan, yang banyak makan di sini kan tukang-tukang ojek gitu. Cuma kita kurangin aja takarannya (bumbu dasar),” kata Annisa.
Dia mengakui meski dirinya mengurangi takaran, pelanggan yang datang ke warteg miliknya tetap tak berkurang.
Senada dengan yang Annisa, Sumiah (55), juga masih bimbang menaikkan harga dagangannya. “Bingung juga kalau mau menaikkan harga tidak tega apalagi kalau yang beli anak kos,” kata Sumiah yang mengaku baru saja membeli bawang putih dengan harga Rp 60 ribu per kg.
Selain bawang putih, Sumiah mengakui jika harga bawang merah juga membuat keuntungannya turun. Saat ini harga 1/2 kg bawang merah sudah mencapai Rp 28 ribu.
Sumiah berharap pemerintah bisa segera memberikan solusi atas lonjakan harga ini. Ia khawatir jika tidak segera diurus, harga bawang menyentuh Rp 100 ribu per kg.
“Kita sih berharap ada bantuan impor bawang. Denger-denger di Pontianak, bawang impor sudah masuk,” harap dia. (SPC-20/liputan6).
Opini :
Tak hanya bawang putih, sekarang giliran harga bawang merah pun ikut naik. Hal ini pastinya membuat masyarakat resah, terutama kaum pedagang. Kenaikan harga bawang merah yang sangat tinggi lah yang membuat para pedagang gelisah. Pasalnya harga bawang merah yang dulu sekitar Rp 18/kg naik menjadi sekitar Rp 60/kg. Tentunya hal ini sangat membuat bingung para pedagang karena mereka tidak mungkin menaikkan harga.
"Pembatasan impor", mungkin hal inilah yang menjadi penyebab salah satunya kenaikan harga bawang. Saya harap pemerintah dapat segera memberikan solusi yang tepat, agar para pedagang dan juga masyarakat tidak lagi resah akan kenaikan harga bawang yang menggila ini.
"Pembatasan impor", mungkin hal inilah yang menjadi penyebab salah satunya kenaikan harga bawang. Saya harap pemerintah dapat segera memberikan solusi yang tepat, agar para pedagang dan juga masyarakat tidak lagi resah akan kenaikan harga bawang yang menggila ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar