Sabtu, 05 Juli 2014

Irman: Bayangkan Ekonomi Indonesia bila Korupsi Tak Ada...


BENGKULU, KOMPAS.com - Ekonomi Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan positif meskipun ada banyak kasus korupsi terjadi. Kinerja tersebut seharusnya bisa lebih baik lagi bila korupsi tak ada.

"Bayangkan, korupsi merajalela tapi perekonomian Indonesia tetap baik. Bagaimana jika angka korupsi berkurang?" ungkap Ketua Dewan Perwakilan Daera, Irman Gusman, di Bengkulu, Jumat (4/7/2014). Dia berpendapat kinerja perekonomian Indonesia akan semakin membaik bila penanganan korupsi bisa dipertajam lagi. 

Saat ini, sebut Irman, Indonesia masuk jajaran 15 besar negara dengan Gross Domestic Product sebesar Rp 1.300 triliun. Di kawasan regional ASEAN, imbuh dia, Indonesia berada pada posisi kelima di bawah Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand. 

Namun, Indonesia kini hanya ada di bawah China bila disandingkan dengan kelompok negara BRIC, alias Brasil, Rusia, India, dan China. Kelompok negara-negara ini sempat diperkirakan menjadi kekuatan ekonomi baru selain Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang.

Irman sebelumnya menyatakan masalah kesenjangan adalah tantangan utama bagi siapa pun presiden terpilih. Dia menyebutkan saat ini ada lebih dari 28 juta orang masuk kategori orang miskin di Indonesia. Kesenjangan pun terasa antara wilayah barat dan timur Indonesia.

Sumber

Tidak ada komentar: