KEKURANGAN DAN KELEBIHAN CLIENT-SERVER
(Tugas Pengantar Telematika: Jurnal Kasus)
Emir Firdaus
12112488
4KA11
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN CLIENT-SERVER
1. Abstrak
Client server adalah
jaringan komputer yang mengharuskan salah satu (atau lebih) komputer
difungsikan sebagai server atau central. Server melayani
komputer lain yang disebut client. Layanan yang diberikan bisa berupa
akses Web, e-mail, file, atau yang lain. Client server banyak
dijumpai pada jaringan internet. Namun LAN atau jaringan lain
pun bisa mengimplementasikan client server. Hal ini sangat bergantung pada
kebutuhan masing-masing.
Sebuah contoh dari
aplikasi client/server sederhana adalah aplikasi web yang didesain dengan
menggunakan Active Server Pages (ASP) atau PHP. Skrip PHP atau
ASP akan dijalankan di dalam web server (Apache atau Internet
Information Services), sementara skrip yang berjalan di pihak klien akan
dijalankan oleh web browser pada komputer klien. Klien-server
merupakan penyelesaian masalah pada software yang menggunakan database sehingga
setiap komputer tidak perlu diinstall database, dengan metode klien-server database
dapat diinstal pada suatu komputer sebagai server dan aplikasinya diinstal pada
client.
2. Pendahuluan
Kita tahu bahwa
perkembangan teknologi kini telah banyak membuat perubahan pada cara berpikir
kita (manusia). Dengan laju pertumbuhan teknologi yang makin cepat, kebutuhan
akan informasi dari hari ke hari meningkat sehingga menuntu kelancaran, dan
kecepatan proses distribusi informasi.
Arsitektur jaringan
Client Server merupakan model konektivitas pada jaringan yang membedakan fungsi
computer sebagai Client dan Server. Arsitektur ini menempatkan sebuah komputer
sebagai Server. Nah Server ini yang bertugas memberikan pelayanan kepada
terminal-terminal lainnya tang terhubung dalam system jaringan atau yang kita
sebut Clientnya. Server juga dapat bertugas untuk memberikan layanan berbagi
pakai berkas (file server), printer (printer server), jalur komunikasi (server
komunikasi).
Tujuan diadakanya
penelitian ini adalah untuk mengetahui Sistem Cilent-Server serta mengetahui
kelebihan dan keurangannya. Berdasarkan latar belakang dan tujuan dari
penelitian ini maka rumusan masalah adalah berupa pengertian Client-Server
serta penjelasan tentang kelebihan dan kekurangan Client-Server.
3. Metode Penelitian
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mencari data sesuai topik yang ada pada buku dan website di internet. Alat yang digunakan adalah sebuah laptop dan koneksi internet. Subyek pada penelitian ini adalah semua artikel mengenai kekurangan dan kelebihan sistem jaringan Client-Server.
4. Hasil
Server adalah komputer
yang menyediakan fasilitas bagi komputer komputer lain di dalam jaringan dan
client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server di jaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated
Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation
dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.
Kelebihan Jaringan Client-Server
• Kecepatan akses lebih
tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara
khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain
seperti sebagai workstation.
• Sistem keamanan dan
administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat sebuah komputer yang bertugas
sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan
jaringan.
• Sistem backup data
lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di
server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.
Kelemahan Jaringan Client-Server
• Biaya operasional
relatif lebih mahal.
• Diperlukan adanya
satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
• Kelangsungan jaringan
sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara
keseluruhan jaringan akan terganggu.
5. Pembahasan
Istilah arsitektur mengacu pada
desain sebuah aplikasi, atau dimana komponen yang membentuk suatu system
ditempatkan dan bagaimana mereka berkomunikasi.
Macam-macam arsitektur aplikasi Client-Server
beserta kelebihan dan kekurangannya yaitu:
1. Standalone (one-tier)
Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan
pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan
dijalankan pada host. Walaupun computer client dipakai untuk mengakses
mainframe, tidak ada pemrosesan yang terjadi pada mesin ini, dan karena mereka
“dump- client” atau “dump-terminal”. Tipe model ini, dimana semua pemrosesan
terjadi secara terpusat, dikenal sebagai berbasis-host. Sekilas dapat dilihat kesalahan
pada model ini. Ada dua masalah pada komputasi berbasis host: Pertama, semua
pemrosesan terjadi pada sebuah mesin tunggal, sehingga semakin banyak user yang
mengakses host, semakin kewalahan jadinya. Jika sebuah perusahaan memiliki
beberapa kantor pusat, user yang dapat mengakses mainframe adalah yang
berlokasi pada tempat itu, membiarkan kantor lain tanpa akses ke aplikasi yang
ada.
Pada saat itu jaringan sudah ada namun masih dalam tahap bayi, dan
umumnya digunakan untuk menghubungkan terminal dump dan mainframe. Namun
keterbatasan yang dikenakan pada user mainframe dan jaringan telah mulai
dihapus.
Keuntungan arsitektur standalone
(one-tier):
- Sangat mudah
- Cepat dalam merancang dan mengaplikasikan
Kelemahan arsitektur standalone
(one-tier):
- Skala kecil
- Susah diamankan
- Menyebabkan perubahan terhadap salah satu
komponen diatas tidak mungkin dilakukan, karena akan mengubah semua
bagian.
- Tidak memungkinkan adanya re-usable component
dan code.
- Cepat dalam merancang dan mengaplikasikan
2. Client/Server(two tier)
Dalam model client/server,
pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server
adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyakclient dan sebuah server
yang dihubungkan melalui sebuah jaringan.
Aplikasi ditempatkan pada computer client dan mesin database dijalankan
pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database
yang mengirimkan kembali data ke client-nya.
Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua
lapisan : client (yang meminta serice) dan server (yang menyediakan service).
Tiga komponen tersebut yaitu :
- User Interface. Adalah antar muka program
aplikasi yang berhadapan dan digunakan langsung oleh user.
- Manajemen Proses.
- Database. Model ini memisahkan peranan user
interface dan database dengan jelas, sehingga terbentuk dua lapisan.
Kelebihan dari model client/server :
• Mudah
• Menangani Database Server secara khusus
• Relatif lebih sederhana untuk di develop dan diimplementasikan.
• Lebih cocok diterapkan untuk bisnis kecil.
Server database berisi mesin database, termasuk tabel, prosedur
tersimpan, dan trigger (yang juga berisi aturan bisnis). Dalam system
client/server, sebagian besar logika bisnis biasanya diterapkan dalam database.
Server database manangani :
• Manajemen data
• Keamanan
• Query, trigger, prosedur tersimpan
• Penangan kesalahan
Arsitektur client/server merupakan sebuah langkah maju karena mengurangi
beban pemrosesan dari komputer sentral ke computer client. Ini berarti semakin
banyak user bertambah pada aplikasi client/server, kinerja server file tidak
akan menurun dengan cepat. Dengan client/server user dair berbagai lokasi dapat
mengakses data yang sama dengan sedikit beban pada sebuah mesin tunggal.
Namun masih terdapat kelemahan pada model ini. Selain menjalankan
tugas-tugas tertentu, kinerja dan skalabilitas merupakan tujuan nyata dari
sebagian besar aplikasi.
Kekurangan dari model client/server :
- Kurangnya skalabilitas
- Koneksi database dijaga
- Tidak ada keterbaharuan kode
- Tidak ada tingkat menengah untuk menangani
keamanan dan transaksi skala kecil.
- Susah di amankan.
- Lebih mahal.
3. Three Tier
Arsitektur Three Tier merupakan inovasi dari arsitektur Client Server. Pada arsitektur Three Tier ini terdapat Application Server yang berdiri di antara Client dan Database Server. Contoh dari Application server adalah IIS, WebSphere, dan sebagainya.
Application Server umumnya berupa
business process layer, dimana bisa didevelop menggunakan PHP, ASP.Net, maupun
Java. Sehingga kita menempatkan beberapa business logic kita pada tier
tersebut. Arsitektur Three Tier ini banyak sekali diimplementasikan dengan
menggunakan Web Application. Karena dengan menggunakan Web Application, Client
Side (Komputer Client) hanya akan melakukan instalasi Web Browser. Dan saat
komputer client melakukan inputan data, maka data tersebut dikirimkan ke
Application Server dan diolah berdasarkan business process-nya. Selanjutnya
Application Server akan melakukan komunikasi dengan database server.
Biasanya, implementasi arsitektur Three
Tier terkendala dengan network bandwidth. Karena aplikasinya berbasiskan web,
maka Application Server selalu mengirimkan Web Application-nya ke computer
Client. Jika kita memiliki banyak sekali client, maka bandwidth yang harus disiapkan
akan cukup besar, Sedangkan network bandwidth biasanya memiliki limitasi. Oleh
karena itu biasanya, untuk mengatasi masalah ini, Application Server
ditempatkan pada sisi client dan hanya mengirimkan data ke dalam database
server. Konsep model three-tier adalah model yang membagi fungsionalitas ke
dalam lapisan-lapisan, aplikasiaplikasi mendapatkan skalabilitas,
keterbaharuan, dan keamanan.
Kelebihan arsitektur Three Tier :
- Segala sesuatu mengenai database
terinstalasikan pada sisi server, begitu pula dengan pengkonfigurasiannya.
Hal ini membuat harga yang harus dibayar lebih kecil.
- Apabila terjadi kesalahan pada salah satu
lapisan tidak akan menyebabkan lapisan lain ikut salah
- Perubahan pada salah satu lapisan tidak perlu
menginstalasi ulang pada lapisan yang lainnya dalam hal ini sisi server
ataupun sisi client.
- Skala besar.
- Keamanan dibelakang firewall.
- Transfer informasi antara web server dan
server database optimal.
- Komunikasi antara system-sistem tidak harus
didasarkan pada standart internet, tetapi dapat menggunakan protocol
komunikasi yang lebvih cepat dan berada pada tingkat yang lebih rendah.
- Penggunaan middleware mendukung efisiensi
query database dalam SQL di pakai untuk menangani pengambilan informasi
dari database.
Kekurangan arsitekture Three Tier:
- Lebih susah untuk merancang
- Lebih susah untuk mengatur
- Lebih mahal
4. Multi Tier
Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier. Bedanya, pada Multi Tier akan diperjelas bagian UI (User Interface) dan Data Processing. Yang membedakan arsitektur ini adalah dengan adanya Business Logic Server. Database Server dan Bussines Logic Server merupakan bagian dari Data Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian dari UI. Business Logic Server biasanya masih menggunakan bahasa pemrograman terdahulu, seperti COBOL. Karena sampai saat ini, bahasa pemrograman tersebut masih sangat mumpuni sebagai business process.
Multi-tier architecture menyuguhkan bentuk three – tier yang diperluas
dalam model fisik yang terdistribusi. Application server dapat mengakses
Application server yang lain untuk mendapat data dari Data server dan mensuplai
servis ke client Application.
Kelebihan arsitektur Multi tier :
- Dengan menggunakan aplikasi multi-tier
database, maka logika aplikasi dapat dipusatkan pada middle-tier, sehingga
memudahkan untuk melakukan control terhadap client-client yang mengakses
middle server dengan mengatur seting pada dcomcnfg.
- Dengan menggunakan aplikasi multi-tier, maka
database driver seperti BDE/ODBC untuk mengakses database hanya perlu
diinstal sekali pada middle server, tidak perlu pada masing-masing client.
- Pada aplikasi multi-tier, logika bisnis pada
middle-tier dapat digunakan lagi untuk mengembangkan aplikasi client
lain,sehingga mengurangi besarnya program untuk mengembangkan aplikasi
lain. Selain itu meringankan beban pada tiap-tiap mesin karena program
terdistribusi pada beberapa mesin.
- Memerlukan adaptasi yang sangat luas ruang
lingkupnya apabila terjadi perubahan sistem yang besar.
Kekurangan arsitektur Multi tier :
- Program aplikasi tidak bisa mengquery langsung
ke database server, tetapi harus memanggil prosedur-prosedur yang telah
dibuat dan disimpan pada middle-tier.
- Lebih mahal
6. Kesimpulan
Dari
hasil pengumplan materi yang dilakukan maka dapat disimpulkan, bahwa
sesungguhnya Sistem client-server merupakan suatu sistem yang berparadigma atau
bermetode pada mengirim atau menyediakan data dari suatu sumber computer ke
computer yang memintanya atau sebaliknya dengan cara yang efisien. Client
Server terdiri dari 3 komponen pembentuk yaitu Client, Middleware, dan Server
yang merupakan pondasi agar system tersebut berjalan dengan baik.
7. Daftar Pustaka
[1] Sofana,
Iwan. 2013. Membangun Jaringan Komputer. Bandung: Informatika Bandung.
[2] URL: https://id.wikipedia.org/wiki/Klien-server (13 Oktober 2015)
[3] URL: http://jungkir-walik.blogspot.co.id/2011/04/type-jarinagan-kelebihan-dan-kekurangan.html (13 Oktober 2015)
[4] URL: https://dunovteck.wordpress.com/2011/06/07/client-server/ (13 Oktober 2015)
[5] URL: http://technopark.surakarta.go.id/id/media-publik/komputer-teknologi-informasi/188-definisi-client-server (13 Oktober 2015)
[5] URL: http://technopark.surakarta.go.id/id/media-publik/komputer-teknologi-informasi/188-definisi-client-server (13 Oktober 2015)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar