Senin, 08 April 2013

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar

Ilmu Budaya Dasar pada kali ini berkaitan dengan budaya yang ada dalam keseharian dan budaya bangsa. Ada istilah Humanities yang berasal dari bahasa latin yaitu, manusiawi, berbudaya, dan halus. Hal ini tentunya sangat baik jika kita pelajari, karena kita akan mendapatkan ciri dari manusia yang baik dalam bermasyarakat. Istilah Humanities berkaitan dengan cabang-cabang ilmu lainnya seperti filsafat, teknologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk satra, sejarah, cerita rakyat, dsb. Dari semua itu intinya adalah mempelajari masalah manusia dan kebudayaan.

Pendekatan kesusastraan
Sastra (Sanskerta: shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta ‘Sastra’, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar ‘Sas’ yang berarti “instruksi” atau “ajaran” dan ‘Tra’ yang berarti “alat” atau “sarana”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu


Hampir disetiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu sosial, manusia mempergunakan bahasa. Dengan demikian, manusia dan bahasa pada haketnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.

Sastra juga digunakan untuk lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa, adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagian, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.

IBD adalah salah satu mata kuliah yang diberikan dalam satu semester, sebagai bagian dart MKDU. IBD tidak dimaksudkan untuk mendidik ahti-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang tennasuk didalam pengetahuan budaya ( The Humanities ), Akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya.

Pada waktu menggunakan karya sastra, misalnya. Mahasiswa tidak perlu mengetahui sejarah sastra, teori sastra, kritik sastra, dan sebaginya. Memang seperti cabang-cabang the humanities lainnya, dalam Ilmu Budaya Dasar sastra tidak diajatkan sebagai salah satu disiplin ilmu. Sastra disini digunakan sebagai alat untuk membahas masalah-masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih humanus. Demikian juga filsafat, musik, seni rupa, dan sebagainya.


Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.Prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru, prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.

Budaya dasar berasal dari budaya yang sudah lama dikembangkan, salah satunya adalah prosa. Kebanyakan budaya dasar yang dikembangkan adalah prosa lama, seperti Puisi, Hikayat, Dongeng dan lain-lain. Mulai dari prosa-prosa lama itulah budaya berkembang. 

Kesimpulannya, budaya dasar diawali dengan kebudayaan yang awal seperti prosa. Tetapi terus dikembangkan dengan budaya-budaya di Indonesia lain sehingga semakin luas.

Artikel Konsepsi Ilmu Budaya Dasar


Lestarikan budaya Betawi dimulai melalui muatan lokal



Sindonews.com - Rencananya pembangunan Jakarta akan diarahkan pada basis budaya Betawi. Hal ini sangat diapresiasi oleh banyak pihak, namun perlu adanya suatu persiapan dari Pemprov DKI sendiri, agar deskripsi mengenai Betawi sendiri jelas.
 
Hal ini diungkapkan JJ Rizal sejarawan nasional, saat mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2013-2017, di Gedung Agung, Balai Kota.
 
"Rencana strategis Betawi sebagai kultur jakarta saya nggak liat. Cara mendeskripsikan betawi apa," tutur Rizal, Selasa (5/2/2013).
 
Menurutnya, medium yang efektif untuk mulai menjadikan Jakarta sebagai kota dengan basis budaya Betawi, sebaiknya dimulai dari muatan lokal untuk merangsang anak-anak.
 
"Medium paling efektif yakni muatan lokal karena orang tua akan berperan nanti," jelas Rizal.

Ia menambahkan, DKI Jakarta perlu memiliki sekolah yang dengan muatan lokal yang nantinya bisa dikolaborasi, dengan berbagai kebudayaan mengingat Jakarta memiliki heterogenitas masyarakat yang tinggi.
 
"Kalau sekolah ini punya muatan lokal, itu perlu diajarkan kebudayaan betawi yang nantinya akan dikolaborasi dengan berbagai kebudayaan mancanegara maupun Indonesia," tuturnya.

OPINI :

Rencana pembangunan Jakarta yang akan diarahkan pada basis budaya betawi merupakan hal positif yang harus diapresiasi terutama oleh warga Jakarta itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, Jakarta sebagai Ibukota Indonesia sangatlah kental dengan kebudayaan betawi. Perencanaan pembangunan ini sangatlah tepat mengingat generasi kebudayaan sekarang yang sudah mulai pudar akibat arus globalisasi yang tak terbendungi.

Peran pemerintah dalam hal ini haruslah kita dukung sebagai bentuk pelestarian kebudayaan asli Indonesia. Khususnya untuk generasi muda yang harus menanamkan rasa cinta pada budaya lokal. Jadi tidak ada salahnya kita turut melestarikan kebudayaan Indonesia mulai dari sekarang. 


Manusia dan Kebudayaan

Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup (living organism). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan. Tatkala seoang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan kehilangan energi, dan oleh kaena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu berkurang dan kehilangan itu tergantikan. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa setiap manusia dianugerahi kepekaan (sense) untuk membedakan (sense of discrimination) dan keinginan untuk hidup. Untuk dapat hidup, ia membutuhkan sesuatu. Alat untuk memenuhi kebutuhan itu bersumber dari lingkungan.

Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.


Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.


Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai
1) penganut kebudayaan,
2) pembawa kebudayaan,
3) manipulator kebudayaan, dan
4) pencipta kebudayaan.


Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender,


Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas, seberapa banyak imigran yang datang, watak dari penduduk asli, keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya, dan tipe pemerintahan yang berkuasa.


• Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilaSi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama.
• Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman. Dalam Leitkultur, kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri, tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli.
• Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah.
• Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk.


SUMBER


Artikel Manusia dan Kebudayaan


Pianis Muda Indonesia Tampil Lagi di Sydney Opera House


SYDNEY, KOMPAS.com — Seorang pianis muda Indonesia, Gabriella Prisca Handoko (12), akan tampil dalam resital piano solo di Sydney Opera House Jumat (19/4/2013).

Ini adalah untuk kesekian kalinya seniman muda Indonesia tampil di Sydney. Bulan  Desember lalu, di tempat yang sama, Utzon Recital Room, juga tampil Lita Liviani Tandiono memainkan violincello. Penampilan Gabriella merupakan bagian dari usaha pianis dan budayawan Indonesia, Jaya Suprana, guna menampilkan para pemusik muda Indonesia ke kancah internasional.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, Gabriella yang berasal dari Surabaya ini merupakan serangkaian pianis muda yang mendapatkan perhatian khusus dari Jaya Suprana karena bakat yang mereka miliki.

Tahun lalu, Gabriella juga tampil di International Music Talent Competition di New York di mana dia mendapatkan hadiah 300 dollar untuk beasiswa. Dalam kompetisi ini terpilih sebagai pemenang adalah pianis asal Indonesia lainnya, Janice Carrisa.

Dalam penampilan di Sydney Opera House, Gabriella akan memainkan Rhapsody in Blue karya George Gershwin, dan juga 7 preludes dan 9 lagu karya Gerswhin lainnya. Gabriella juga akan memainkan laguUro Uro karya Jaya Suprana.

Dalam selebaran untuk acara ini, Sydney Opera House menulis bahwa ada tiga alasan mengapa para pencinta musik klasik wajib menonton pertunjukkan Gabriella.

Pertama, karena bakat yang luar biasa yang akan diperlihatkan oleh Gabriella, kedua adanya 7preludes dari Gerswhin, biasanya yang sering dimainkan hanya tiga, tapi Gabriella akan menampilkan 4preludes lain yang jarang dimainkan untuk pertama kalinya.

"Dan yang ketiga, kita semua akan dibuat kagum dengan kemampuan pianis berusia 12 tahun ini untuk memainkan salah satu karya terbesar dan paling sulit dimainkan yang diciptakan oleh Gershwin:Rhapsody in Blue." tulis Sydney Opera House. Karcis untuk pertunjukan ini adalah 10 dollar (sekitar Rp 100 ribu).  

OPINI :

Penampilan seorang pianis muda asal Indonesia di luar negeri nampaknya bukanlah hal yang luar biasa lagi, namun hal ini patut dibanggkan karena tidak mudah untuk bisa tampil secara internasional bahkan dalam usia yang masih dini khususnya untuk individu sendiri. Penampilan Gabriella merupakan salah satu contoh kesuskesan dari sekian banyak seniman berbakat di Indonesia.

Penampilan Gabriella di Australia harusnya bisa menjadi acuan yang baik untuk memotivasi seniman lainnya dari Indonesia. Saya yakin ada banyak seniman luar biasa yang ada di Indonesia ini.




Pengertian dan Tujuan Ilmu Sosial Dasar


1. PENGERTIAN
Untuk menjawab berbagai tantangan dan persoalan dalam kehidupan lahirlah berbagai cabang ilmu pengetahuan.
Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga :
a. Natural Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi: Fisika, Kimia, Astronomi, Biologi dan lain-lain.
b. Sosial Sciences (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari : Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi dan lain-lain.
c. Humanities (Ilmu-ilmu Budaya) meliputi : Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dan lain-lain.
Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut di atas, maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan.
Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkain oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial.
• Ilmu Sosial Dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing sebagai disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan.
Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiri dan juga is tidak mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu, seperti ilmu-ilmu sosial di atas.
Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan/pengajaran yang di Indonesia diberikan di Perguruan Tinggi. Tegasnya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka terhadapnya.
2. TUJUAN
Sebagai salah satu dari Mata Kuliah Dasar Umum, Ilmu Sosial Dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar:
a. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
b. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usahamenanggulanginya.
c. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya) secara kritis-interdisipliner.
d. memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.

Artikel IBD "ISD sebagai salah satu MKDU"

Kemajuan Bangsa Tergantung Karakteristik Budayanya

JAKARTA, KOMPAS.com--Ketua Aisyiah Nuryanah mengingatkan, kemajuan suatu bangsa terkait dengan karakteristik budaya yang dimilikinya. Beberapa negara maju dengan sumberdaya laam yang terbatas, memiliki prestasi luar biasa dalam perkembanga ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknologi.  

Indonesia sesungguhnya memiliki potensi untuk maju dengan pesat, tetapi perlu ditopang oleh sistem sosial budaya yang positif, ujarnya di Jakarta, Selasa (23/6) ketika memaparkan agenda Indonesia kedepan yang dipersiapkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dalam bidang Sosial budaya, Nuryanah mengatakan, problem sosial budaya yang merisaukan diantaranya memudarnya rasa dan ikatan kebangsaan. Apatisme, primordialisme, individualisme dan pragmatisme, berlaku secara luas di masyarakat.

Selain itu, ada disorientasi nilai keagamaan. Disatu sisi kegiatan keagamaan nya meningkat, namun paradoksnya kegiatan keagamaan itu beum memberikan dan mewujudkan fungsi pen tingnya dari kegiatan keagamaan, ujarnya.

Misalnya, di TV banyak nilai keagamaan atau acara bernuansa keagamaan mendapat tempat, tetapi tidak semua itu bisa memberikan makna yang lebih baik bagi kehidupan beragama. (MAM)


OPINI :

Indonesia merupakan negara dengan potensi yang luar biasa untuk maju dengan pesat. Kekayaan alam yang berlimpah, human resources yang bagus, dan kebudayaan yang beragam. Namun itu semua tidak ditopang dengan sistem sosial yang positif. Kini kita banyak melihat kemunduran rasa sosial di sekitar kita. Contohnya sifat acuh tak acuh, memudarnya sifat musyawarah yang menyebabkan individualisme pada masyarakat, sifat primordial yang sangat kuat, dll. Hal-hal semacam inilah yang menyebabkan suatu negara susah untuk maju.

Sudah seharusnya kita meningkatkan kesadaran diri dari sekarang. Berpikir positif seperti meningkatkan nilai keagamaan. Tapi nilai keagamaan disini haruslah kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari agar nilai-nilai positif yang ada dapat mempengaruhi dengan baik sistem sosial yang ada. Manfaatkan nilai agama yang kita temui setiap hari untuk meningkatkan pribadi yang lebih kuat.